Entah apa yang kau tiupkan pada mimpiku
Semalaman cuma tentang resah mu
Tak biasanya kamu sambangi aku saat terlelap
Meraih tangan hampaku, mendekapnya di dada mu
Raut lelah itu tepat didepan ku, coba katakan sesuatu
dengan senyum ganjil yang belum pernah ada untuk ku.
Gerangan apa dalam hati mu, tak punya nyali untuk berucap?
Mungkin aku lupa berdoa dalam tidurku, hingga mimpi buruk
yang paling manis tentang mu
Monday, August 11, 2008
Bintang Jatuh
Bintang itu hari ini terlihat
Sinarnya hangatkan aku
Pendarnya jadi riang ku
Kelipnya menggoda aku
Angin malam lirih berbisik
Dinginnya memeluk aku
Gemetar dalam hati
Beku kata-kata ku
Bintang itu jatuh begitu dekat aku
Hanya setatapan mata
Namun jauh tak teraih
Untuk jadi bintang ku
Sinarnya hangatkan aku
Pendarnya jadi riang ku
Kelipnya menggoda aku
Angin malam lirih berbisik
Dinginnya memeluk aku
Gemetar dalam hati
Beku kata-kata ku
Bintang itu jatuh begitu dekat aku
Hanya setatapan mata
Namun jauh tak teraih
Untuk jadi bintang ku
RENUNGAN
Pada tiap-tiap hari, tiap hembusan nafas, tiupan angin,
binar cahaya, sejuk udara, tinggi gelombang dan
detik yang dengan cepat berganti menit, Allah punya rencana.
Tak terduga tapi pasti, ghaib tak terbaca, misterius tak bertanda,
hingga harinya tiba.
Seperti hari ini, terjawab semua pertanyaan atas rasa sakit pada hati,
pada raga, pada jiwa. Tiga tahun coba mengerti, coba meraba,
coba mambaca apa kiranya. Terbentang lukisan masa lalu,
menangis untuk yang tak patut, meratap buat yang tak pantas,
memaki untuk yang tak mesti, berharap untuk yang sesaat, menyesal
untuk yang menyimpang.
Saat hati telah terketuk, saat pintu telah terbuka, tangis yang paling nyaring,
ratap yang paling berharap, sesal yang paling dalam tertumpah seperti
desar hujan manyapu debu di dedaunan, bagai gemurh ombak hancurkan karang
Untuk pertama kali, derai airmata ini punya arti.
* yang tertinggal dari ESQ Menpora angkatan I
binar cahaya, sejuk udara, tinggi gelombang dan
detik yang dengan cepat berganti menit, Allah punya rencana.
Tak terduga tapi pasti, ghaib tak terbaca, misterius tak bertanda,
hingga harinya tiba.
Seperti hari ini, terjawab semua pertanyaan atas rasa sakit pada hati,
pada raga, pada jiwa. Tiga tahun coba mengerti, coba meraba,
coba mambaca apa kiranya. Terbentang lukisan masa lalu,
menangis untuk yang tak patut, meratap buat yang tak pantas,
memaki untuk yang tak mesti, berharap untuk yang sesaat, menyesal
untuk yang menyimpang.
Saat hati telah terketuk, saat pintu telah terbuka, tangis yang paling nyaring,
ratap yang paling berharap, sesal yang paling dalam tertumpah seperti
desar hujan manyapu debu di dedaunan, bagai gemurh ombak hancurkan karang
Untuk pertama kali, derai airmata ini punya arti.
* yang tertinggal dari ESQ Menpora angkatan I
Diantara kaki-kaki kotor yang melangkah
Diantara wajah-wajah kusam menatap
Diantara suara-suara sumbang
Diantara hati dan jiwa yang buram
Terpaku aku pada kehampaan
Tercekat aku pada ketiadaan
Tertampar aku pada kebodohan
Diantara tubuh-tubuh yang tersungkur
Diantara air mata yang membanjir
Diantara ratap yang berharap
Diantara doa-doa yang berhamburan
Tersenyum aku dalam tangis
Terlarut aku dalam cahaya
Terbuai aku dalam cinta
Kiranya Kau menyentuh aku dengan kasih dan hidayah Mu
*yang tertinggal dari ESQ Menpora angkatan I
Diantara wajah-wajah kusam menatap
Diantara suara-suara sumbang
Diantara hati dan jiwa yang buram
Terpaku aku pada kehampaan
Tercekat aku pada ketiadaan
Tertampar aku pada kebodohan
Diantara tubuh-tubuh yang tersungkur
Diantara air mata yang membanjir
Diantara ratap yang berharap
Diantara doa-doa yang berhamburan
Tersenyum aku dalam tangis
Terlarut aku dalam cahaya
Terbuai aku dalam cinta
Kiranya Kau menyentuh aku dengan kasih dan hidayah Mu
*yang tertinggal dari ESQ Menpora angkatan I
Mencari Cinta
Tiga hari mencari cinta
Bukan cinta yang biasa
Cianta di atas semua rasa
Cinta tanpa batas asa
Cinta dari yang paling indah
Tiga hari mencari cinta
Bukan cinta untuk diberi
Cinta penuh kerelaan
Cinta paling agung
Cinta dibingkai pengorbanan
Tiga hari mencari cinta
Bukan cinta untuk dirasa
Cinta terdalam
Cinta tertinggi
Cinta dari yang Maha Mencintai
* yang tertinggal dari ESQ Menpora angkatan I
Bukan cinta yang biasa
Cianta di atas semua rasa
Cinta tanpa batas asa
Cinta dari yang paling indah
Tiga hari mencari cinta
Bukan cinta untuk diberi
Cinta penuh kerelaan
Cinta paling agung
Cinta dibingkai pengorbanan
Tiga hari mencari cinta
Bukan cinta untuk dirasa
Cinta terdalam
Cinta tertinggi
Cinta dari yang Maha Mencintai
* yang tertinggal dari ESQ Menpora angkatan I
@#$*
Sekali lagi tentang cinta
Ku minta angin bawa padanya
Ku rayu malam jadi mimpinya
Ku tunggu pagi untuk nya
Ia tak harus tau
Ku tentang hari untuk senyumnya
Ku hirup dalam harum tubuhnya
Ku cipta rindu pada dirinya
Sekali lagi tentang cinta
Ku ajak rasa menimang hati
Ku seret angan berlari - lari
Ku tabuh liar nafsu mendekap
Ku minta angin bawa padanya
Ku rayu malam jadi mimpinya
Ku tunggu pagi untuk nya
Ia tak harus tau
Ku tentang hari untuk senyumnya
Ku hirup dalam harum tubuhnya
Ku cipta rindu pada dirinya
Sekali lagi tentang cinta
Ku ajak rasa menimang hati
Ku seret angan berlari - lari
Ku tabuh liar nafsu mendekap
18 April 2008
18:15 tiga tahun lalu
pertama ku dengar suara mu
meski cuma tangis nyaring
hangatkan rasa
16:30 tiga tahun lalu
kulihat wajah lucu mu
meski cuma diam
sejukkan hati ku
17:00 tiga tahun lalu
jiwaku ada pada jiwa mu
lewat tetesan air susu
besarkan hati ku
00:01 malam ini
tangismu jadi dukaku
tawa mu jadi nyali ku
peluk cium mu obati aku
Happy Birthdays to you
My Love, my Son, my soul
pertama ku dengar suara mu
meski cuma tangis nyaring
hangatkan rasa
16:30 tiga tahun lalu
kulihat wajah lucu mu
meski cuma diam
sejukkan hati ku
17:00 tiga tahun lalu
jiwaku ada pada jiwa mu
lewat tetesan air susu
besarkan hati ku
00:01 malam ini
tangismu jadi dukaku
tawa mu jadi nyali ku
peluk cium mu obati aku
Happy Birthdays to you
My Love, my Son, my soul
Subscribe to:
Posts (Atom)